WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI

Jumat, 24 Oktober 2014


 
Mengintip  Otak Orang-orang yang sedang  Jatuh  Cinta
                       
G
ambaran  otak manusia yang normal dengan otak yang sedang jatuh cinta ternyata berbeda. Hal ini berdasarkan penelitian kognitif dan fungsional otak dari hasil perbandingan tes MRI. MRI sendiri adalah tes yang menggunakan medan magnet dan pulsa energy gelombang radio untuk membuat gambar organ dan struktur di dalam tuhbuh. Dalam penelitian ini otak yang menjadi sampelnya. Hal yang menjadikan gambaran otak manusia normal dan otak manusia yang sedang jatuh cinta itu berbeda, menurut para penelitinya, itu karena berbedanya jumlah cairan kimia otak (neurotransmitter) pada keduanya. Stephanie Ortigue, asisten Prof.Psikologi dari Syracuse Universit, New York AS, yang merupakan kepala penelitian ini menyatakanbahwa gambaran ini menjelaskan tentang bagaimana jaringan yang satu dengan yang lain yang saling berinteraksi. In tent saja dipicu oleh kadar cairan kimia otak (neurotransmitter) di dalam otak trsebut. Dengan mekanisme yang sasma, saat depresi dan patah hati juga, otak akan memberikan penampakan yang berbeda dari pada otak yang normal.
Dari gambar diatas dapat terlihat jelas, area-area otak kmana saja yang lebih aktif saat jatuh cinga dibandingkan dengan area lainya yang cenderung tetap. Area otak yang lebih aktif saat jatuh cinta dapat terlihat dari warnanya yang merah dan merah muda, mengapa demikian ? hal ini terkait denga nkadar cairan kimia otak (neurotransmitter) yang ada pada saat jatuh cinta tersebut.
Pada saat orang jatuh cinta, menurut para peneliti dari Syracuse University, New York AS, beberapa hal dibawah ini akan terjadi:
Munculnya area otak yang lebih aktif daripada area yang lain. Area-area tersebut diantaranya adalah area girus dorsolateral bagian tengah-depan, area insula , girus temporal superior, girus angular, korteks occipitral, inti kaudatus, thalamus, cingulated anteprecentral.
1.    Naiknya kadar kortisol dalam darah di otak dan tubuh. Hal ini akan menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan menurunnya sensifitas terhadap rasa sakit.
2.    Naiknya kadar dopamine. Hal ini akan menyebabkan tingkat kesenangan yang tinggi, munculnya motivasi yang tinggi dan menurunyya tingkat kesedihan.
3.    Naiknya kadar oksitosin. Hal ini akan menyebabkan tingkat kepercayaan yang tinggi, limpahan rasa sayang yang tinggi, dan menurunnya tingkat ketakutan.
4.    Naiknya kadar vasopressin. Hal ini akan menyebabkan prningkatan gairah seksual, peningkatan daya tarik fisik, dan penurunan rasa gelisah
5.    Turunnya kadar serotonin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan pemikiran yang obsesif serta peningkatan agresivitas diri.
6.    Naiknya kadar estrogen dan testoteron. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual, peningkatan daya tarik fisik, dan penurunan rasa gelisah.
7.    Naiknya kadar adrenalin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual ketertarikan dan juga penurunan rasa gelisah.
8.    Tak hanya naik-turunnya hal-hal yang fungsional, hal-hal kognitif juga akan tampak. Seperti peningkatan citra diri, munculnya pandangan bahwa pasangan terlihat menarik, munculnya perhatian yang lebih pada pasangan, timbulnya focus yang berlebih terhadap pasangan, serta munculnya kemampuan memahami pasangan secara optimal.
Jika dilihat dari penjelasan diatas, jatuh cinta ternyata memberikan hal-hal positif. Oleh karena itu, tidak salah jika kita tak hanya jatuh cinta dihari Valentine, bukan??Mari jatuh cinta setiap saat pada pasangan Anda. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar