Mengintip Otak Orang-orang yang
sedang Jatuh Cinta
|
G
|
ambaran otak manusia yang normal dengan otak yang
sedang jatuh cinta ternyata berbeda. Hal ini berdasarkan penelitian kognitif
dan fungsional otak dari hasil perbandingan tes MRI. MRI sendiri adalah tes
yang menggunakan medan magnet dan pulsa energy gelombang radio untuk membuat
gambar organ dan struktur di dalam tuhbuh. Dalam penelitian ini otak yang
menjadi sampelnya. Hal yang menjadikan gambaran otak manusia normal dan otak
manusia yang sedang jatuh cinta itu berbeda, menurut para penelitinya, itu
karena berbedanya jumlah cairan kimia otak (neurotransmitter)
pada keduanya. Stephanie Ortigue,
asisten Prof.Psikologi dari Syracuse
Universit, New York AS, yang merupakan kepala penelitian ini
menyatakanbahwa gambaran ini menjelaskan tentang bagaimana jaringan yang satu
dengan yang lain yang saling berinteraksi. In tent saja dipicu oleh kadar
cairan kimia otak (neurotransmitter)
di dalam otak trsebut. Dengan mekanisme yang sasma, saat depresi dan patah hati
juga, otak akan memberikan penampakan yang berbeda dari pada otak yang normal.
Dari gambar diatas dapat
terlihat jelas, area-area otak kmana saja yang lebih aktif saat jatuh cinga
dibandingkan dengan area lainya yang cenderung tetap. Area otak yang lebih
aktif saat jatuh cinta dapat terlihat dari warnanya yang merah dan merah muda,
mengapa demikian ? hal ini terkait denga nkadar cairan kimia otak (neurotransmitter) yang ada pada saat
jatuh cinta tersebut.
Pada
saat orang jatuh cinta, menurut para peneliti dari Syracuse University, New York AS, beberapa hal dibawah ini akan
terjadi:
Munculnya area otak yang
lebih aktif daripada area yang lain. Area-area tersebut diantaranya adalah area
girus dorsolateral bagian
tengah-depan, area insula , girus
temporal superior, girus angular, korteks occipitral, inti kaudatus, thalamus,
cingulated anteprecentral.
1. Naiknya kadar kortisol
dalam darah di otak dan tubuh. Hal ini akan menyebabkan tingkat stres yang
tinggi dan menurunnya sensifitas terhadap rasa sakit.
2. Naiknya kadar dopamine. Hal
ini akan menyebabkan tingkat kesenangan yang tinggi, munculnya motivasi yang
tinggi dan menurunyya tingkat kesedihan.
3. Naiknya kadar oksitosin.
Hal ini akan menyebabkan tingkat kepercayaan yang tinggi, limpahan rasa sayang
yang tinggi, dan menurunnya tingkat ketakutan.
4. Naiknya kadar vasopressin.
Hal ini akan menyebabkan prningkatan gairah seksual, peningkatan daya tarik
fisik, dan penurunan rasa gelisah
5. Turunnya kadar serotonin.
Hal ini akan menyebabkan peningkatan pemikiran yang obsesif serta peningkatan
agresivitas diri.
6. Naiknya kadar estrogen dan
testoteron. Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual, peningkatan
daya tarik fisik, dan penurunan rasa gelisah.
7. Naiknya kadar adrenalin.
Hal ini akan menyebabkan peningkatan gairah seksual ketertarikan dan juga
penurunan rasa gelisah.
8. Tak hanya naik-turunnya
hal-hal yang fungsional, hal-hal kognitif juga akan tampak. Seperti peningkatan
citra diri, munculnya pandangan bahwa pasangan terlihat menarik, munculnya
perhatian yang lebih pada pasangan, timbulnya focus yang berlebih terhadap
pasangan, serta munculnya kemampuan memahami pasangan secara optimal.
Jika dilihat dari penjelasan diatas, jatuh
cinta ternyata memberikan hal-hal positif. Oleh karena itu, tidak salah jika
kita tak hanya jatuh cinta dihari Valentine, bukan??Mari jatuh cinta setiap
saat pada pasangan Anda. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar