BAB I
PENDAHULUAN
A.
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik merupakan entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas publik signifikan dan
dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal.
Pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam
pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
Dalam
SAK ETAP dijelaskan bahwa suatu entitas yang memiliki akuntabilitas yang
signifikan jika :
1.
Entitas mengajukan pernyataan pendaftaran , atau dalam proses
pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk
tujuan penerbitan efek di pasar modal atau ;
2.
Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk
sekelompok besar masyarakat seperti bank, entitas asuransi,pialang atau
pedagang efek, reksa dana, dana pensiun, dam bank investasi.
B.
Entitas Nirlaba
Entitas
Nirlaba merupakan entitas yang tidak bertujuan untuk mencari laba atau profit. Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma
publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi
politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa
sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas
pemerintah. Di Indonesia, ada beberapa undang – undang yang mengatur langsung
dan mendefinisikan jens entitas nirlaba secara khusus seperti UU No. 16 Tahun
2001 yang diubah menjadi UU No 28 Tahun 2008 tentang Partai Politik.
Karakteristik entitas nirlaba berdasarkan PSAK 45 : Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba :
1.
Sumber daya berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran
kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang
diberikan
2.
Menghasilkan barang dan/atau jasa tidak menghasilkan laba. Jika
menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada pemilik entitas
nirlaba tersebut.
3.
Kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau
ditebus kembali termasuk pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.
C.
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
(SAK ETAP) merupakan salah satu pilar akuntansi Indonesia yang dikeluarkan oleh
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan
fleksibilitas dalam penerapannya dan diharapkan memberi kemudahan akses ETAP
kepada pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri
dan tidak mengacu pada SAK Umum, sebagian besar menggunakan konsep biaya
historis; mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP; bentuk pengaturan yang
lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama
beberapa tahun.
SAK ETAP memuat 30 Bab pengaturan dan mengadopsi International
Financial Reporting Standard for Small and Medium Enterprises (IFRS) dengan
beberapa penyederhanaan. SAK ETAP menggunakan prinsip pengakuan dan pengukuran
pervasif yang berarti dalam hal ini tidak ada pengaturan tertentu dalam SAK
ETAP untuk suatu transaksi atau peristiwa maka entitas harus menetapkan suatu
kebjakan akuntansi yang menghasilkan informasi yang relevan dan andal bagi
pengguna laporan keuangan. Konsep prinsip persvasif dalam SAK ETAP ini sejalan
dengan KDPPLK, dengan berbagai penyerderhanaan. Perbedaan antara keduanya
adalah KDPPL tidak mengatur prinsip Pervasif dan disisi lain, SAK ETAP tidak
mengatur konsep modal dan pemeliharaan modal.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Analisis Perbandingan Laporan Keuangan ETAP Universitas
Gadjah Mada (2015) dan PT. Gama Multi Usaha Mandiri (2013).
A. Laporan Keuangan Universitas Gadjah Mada Tahun 2015
Universitas Gadjah Mada telah menyusun laporan keuangan dan
laporan likuidasi sesuai dengan Nomor 225/PMK.05/2014 tanggal 17 Desember 2014
tentang Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) Tahun
Anggaran 2014. Laporan keuangan yang dibuat disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Berdasarkan persyaratan
dan kriteria dalam SAK ETAP, Universitas memenuhi kriteria sebagai entitas
tanpa akuntabilitas publik. Oleh karena itu, Universitas memutuskan untuk
menerapkan SAK ETAP sebagai basis dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan. Universitas memilih untuk menerapkan SAK ETAP, dengan pertimbangan
bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP
masih mampu mencerminkan substansi ekonomi dari kegiatan operasi dan aktivitas
Universitas. Pertimbangan lainnya adalah biaya dan manfaat dalam penyusunan
laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP lebih efisien bagi Universitas.
Laporan Keuangan yang disajikan oleh Universitas Gadjah
Mada Tahun 2015 yaitu sebagai berikut:
1.
Laporan Posisi Keuangan
2.
Laporan Aktivitas
3.
Laporan Arus Kas
4.
Catatan Atas Laporan Keuangan
B. Laporan Keuangan PT. Gama Multi Usaha Mandiri Tahun 2013
PT
Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi) adalah perusahaan holding dan investasi
yang bergerak diberbagai bidang yang dimilikioleh Universitas Gadjah Mada. GMUM
didirikan sebagai upaya UGM mewujudkan kemandirian sebagai sebuah Badan Hukum
Milik Negara (BHMN) sehingga berdasarkan persyaratan dan kriteria dalam Standar
Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), GMUM telah
memenuhi kriteria sebagai entitas tanpa akuntabilitas publik. Oleh karena itu,
GMUM menerapkan SAK ETAP sebagai basis dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan.
Laporan Keuangan yang disajikan
oleh PT.Gama Multi Usaha Mandiri yaitu sebagai berikut:
1.
Neraca
2.
Laporan
Laba Rugi
3.
Laporan
Perubahan Ekuitas
4.
Laporan
Arus Kas
5.
Catatan
Atas Laporan Keuangan
C. Analisis Perbandingan antara Laporan Keuangan UGM dengan GMUM
Perbandingan Penyajian
Laporan Keuangan antara Universitas Gadjah Mada
dan Gama Multi Usaha Mandidi sebagai berikut:
No
|
Laporan
Keuangan
|
|
Universitas
Gadjah Mada
|
PT.
Gama Multi Usaha Mandiri
|
|
1.
|
Laporan Posisi Keuangan
|
Neraca
|
2.
|
Laporan Aktivitas
|
Laporan Laba Rugi
|
3.
|
-
|
Laporan Perubahan Ekuitas
|
4.
|
Laporan Arus Kas
|
Laporan Arus Kas
|
5.
|
Catatan Atas Laporan Keuangan
|
Catatan Atas Laporan Keuangan
|
Berdasarkan
tabel diatas terlihat bahwa UGM tidak menyajikan laporan perubahan ekuitas. Organisasi
nirlaba tidak memiliki laporan perubahan ekuitas sebagaimana layaknya
organisasi bisnis. Hal ini disebabkan organisasi nirlaba tidak dimiliki oleh
entitas manapun. Ekuitas dalam organisasi nirlaba bisa dianalogikan dengan aset
neto/aset bersih. Dari
kelima yang disyaratkan SAK ETAP, penyajian laporan keuangan UGM memenuhi 4
ketetapan.
Laporan keuangan antara UGM dan GMUM bagian laporan
laba rugi dan laporan laktivitas
memiliki sebutan yang berbeda, tetapi kedua laporan ini memenuhi
kompenen yang sama. Seperti yang dijelakan pada SAK ETAP bahwa “Laporan
laba rugi memasukkan semua pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu
periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain.” Dalam laporan aktivitas UGM tahun
2015 juga memuat pos penghasilan dan beban yang diakui dalam periode tesebut.
Laporan Keuangan PT. Gama Multi Usaha
Mandiri terlihat bahwa perusahaan menyajikan 5 jenis laporan yang disyaratkan
SAK ETAP. Namun, Catatan Atas Laporan Keuangan tidak terlampir, dalam hal ini
laporan tersebut tidak di publikasi melalui internet secara sempurna,
dikarenakan belum adanya peraturan SAK ETAP yang mengatur kelengkapan dalam
publikasi melalui internet. Sehingga laporan keuangan PT. Gama Multi Usaha
Mandiri ini sudah dapat dinyatakan lengkap menurut SAK ETAP.
2.2
Perbedaan
Laporan Keuangan berbasis SAK ETAP antara Laporan Keuangan Universitas Gadjah
Mada 2015 (Non Bisnis) dan Laporan Keuangan PT Gama Multi Usaha Mandiri 2013
(Bisnis).
A. Neraca
MenurutSAK ETAP telah dijelaskan bahwa informasi yang
disajikan dalam neraca minimal mencakup pos-pos kas
dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainnya,
persediaan, properti investasi, aset tetap, aset tidak berwujud, utang usaha dan
utang lainnya, aset dan kewajiban pajak, kewajiban diestimasi, dan ekuitas.
Berikut ini merupakan
tabel yang memuat informasi mengenai apa yang telah ditetapkan SAK ETAP dalam
penyusunan laporan keuangan dan laporan posisi keuangan yang disajikan oleh Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta Tahun 2015 dan Neraca PT. Gama Multi Usaha Mandiri 2013.
Uraian
|
SAK ETAP
|
LK UGM 2015
|
LK GMUM 2013
|
Nama
Laporan Keuangan
|
Neraca
|
Laporan
Posisi Keuangan
|
Neraca
|
Klasifikasi
informasi yang disajikan
|
-
Aset
(Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-
Kewajiban
(Kewajiban jangka pendek dan Kewajiban jangka panjang)
-
Ekuitas
|
-
Aset
(Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-
Liabilitas
Jangka Pendek
-
Aset
Bersih (Aset bersih tidak terikat, Aset bersih terikat temporer dan Aset
bersih terikat permanen)
|
-
Aset
(Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-
Kewajiban
(Kewajiban jangka pendek dan Kewajiban jangka panjang)
-
Ekuitas
(Modal saham dan Saldo laba)
|
Informasi
pos-pos yang disajikan
|
-
Kas
dan setara kas
-
Piutang
usaha dan piutang lainnya
-
Persediaan
-
Properti
investasi
-
Aset
tetap
-
Aset
tidak berwujud
-
Utang
usaha dan utang lainnya
-
Aset
dan kewajiban pajak
-
Kewajiban
diestimasi
-
Ekuitas
|
-
Kas
dan setara kas
-
Investasi
jangka pendek
-
Piutang
neto
-
Persediaan
-
Biaya
dibayar dimuka
-
Uang
muka kegiatan
-
Aset
lancar lain
-
Investasi
jangka panjang
-
Aset
tetap
-
Akumulasi
penyusutan
-
Aset
lainnya
-
Utang
-
Utang
lain-lain
-
Pendapatan
diterima di muka
-
Aset
tidak terikat
-
Aset
terikat temporer
-
Aset
terikat permanen
|
-
Kas
dan setara kas
-
Piutang
usaha
-
Piutang
bunga
-
Piutang
hubungan istimewa
-
Uang
muka operasional
-
Deposit
-
Biaya
dibayar dimuka
-
Persediaan
-
Investasi
ke unit usaha
-
Aset
tetap setelah dikurangi akumulasi
-
Hutang
usaha
-
Hutang
bank
-
Biaya
yang masih harus dibayar
-
Hutang
pajak
-
Kewajiban
dan hutang jangka panjang
-
Sewa
diterima dimuka
-
Sewa
pembiayaan
-
Modal
saham
-
Saldo
laba
|
Terdapat perbedaan pada
laporan posisi keuangan dengan neraca pada umumnya. Perbedaannya dapat diliat
pada penyajian posisi ekuitas antara laporan posisi keuangan UGM (nirlaba)
dengan neraca GMUM (bisnis). Neraca pada LK GMUM menyajikan ekuitas yang terdiri
dari modal saham dan saldo laba. Sedangkan pada laporan posisi keuangan UGM
bukan menyajikan ekuitas, melainkan aset bersih (neto) yang terdiri dari aset
tidak terikat, aset terikat temporer dan aset terikat permanen. Posisi ekuitas
ini menjelaskan pengkelompokan sumber dana dari berbagai
macam klasifikasi dana. Dengan dimikian pada laporan keuangan UGM yang
merupakan PTN-BH, ekuitas tersebut menggambarkan naik turunnya suatu operasi
PTN-BH berdasarkan sumber dana yang ada.
Terkait dengan pos-pos
yang disajikan pada neraca maupun laporan posisi keuangan, SAK ETAP tidak
menentukan format atau urutan terhadap pos-pos yang akan disajikan tetapi
menyediakan daftar pos-pos yang berbeda baik sifat atau fungsinya untuk
menjamin penyajian yang terpisah dalam neraca. GMUM telah mereklasifikasikan
pos-pos yang diakui sebagai suatu jenis aset, kewajiban, dan komponen ekuitas
berdasarkan SAK ETAP. Contohnya adalah Piutang hubungan istimewa yang harus
disajikan dalam pos yang terpisah dari piutang usaha. Sedangkan pada laporan
posisi keuangan UGM, untuk pos piutang disajikan dalam bentuk piutang neto
(terdiri dari piutang pendidikan dan piutang non pendidikan dikurang dengan CKP
dan penyisihan kerugian yang diestimasi).
B. Laporan Laba Rugi
Pada SAK ETAP Bab 5 menyatakan bahwa Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos Pendapatan, Beban keuangan, Bagian laba atau rugi dari investasi yang
menggunakan metode ekuitas, Beban pajak, dan Laba atau rugi neto.Berikut tabel
yang memuat informasi mengenai apa yang telah ditetapkan SAK ETAP dalam penyusunan
laporan aktivitas yang disajikan oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tahun
2015 dan laporan laba rugi PT. Gama Multi Usaha Mandiri 2013.
Uraian
|
SAK ETAP
|
LK UGM 2015
|
LK GMUM 2013
|
Nama
laporan keuangan
|
Laporan
Laba Rugi
|
Laporan
Aktivitas
|
Laporan
Laba Rugi
|
Klasifikasi
informasi yang disajikan
|
-
Laporan
laba rugi menyajikan pengha-silan dan beban entitas untuk suatu periode.
-
Entitas
juga menya-jikan suatu analisis beban dalam suatu klasifikasi berdasar-kan
sifat atau fungsi beban dalam entitas, mana yang memberi-kan informasi yang
lebih andal dan relevan
|
-
Perubahan
Aset Bersih Tidak Teri-kat (Pendapatan tidak terikat dan beban tidak
terikat).
-
Perubahan
Aset Bersih Terikat Te-mporer (Pendapa-tan terikat temporer dan beban terikat
tenporer)
|
-
Pendapatan
Usaha
-
Potongan
Penjualan
-
Harga
Pokok Pen-jualan
-
Beban
Usaha
-
Pendapatan
(Beban) lain-lain
|
Informasi
pos-pos yang disajikan
|
-
Pendapatan.
-
Beban
Keuangan.
-
Bagian
laba atau rugi dari informasi yang menggunakan metode ekuitas.
-
Beban
pajak.
-
Laba
atau rugi neto
|
-
Layanan
pendidikan.
-
Hibah/sumbangan.
-
Pendapatan
tidak terikat lainnya.
-
Beban
Tidak terikat (personil, barang dan
jasa,perjalanan, perbaikan dan pemeliharaan, pendanaan dan pembiayaan).
-
Kenaikan
(Penurunan) aset bersih tidak terikat.
-
Bantuan
pendanaan PTN-BH dan APBN.
-
Layanan
pendidikan.
-
Hibah
sumbangan.
-
Pendapatan
terikat temporer lainnya.
-
Beban
terikat temporer (personil, barang dan jasa, perbaikan dan pemeliharaan,
perjalanan, pendanaan dan pembiayaan)
-
Kenaikan
(penurunan) aset bersih temporer
-
Kenaikan
(penurunan) aset bersih
-
Aset
bersih awal tahun.
-
Penyesuaian
aset bersih tidak terikat.
-
Penyesuaian
aset bersih terikat temporer.
-
Koreksi
aset bersih.
-
Aset
bersih akhir tahun.
|
-
Pendapatan
Usaha.
-
Potongan
Penjualan.
-
Harga
Pokok Penjualan.
-
Laba
kotor
-
Beban
usaha
-
Laba
usaha
-
Pendapatan
(beban) lain-lain
-
Laba
bersih
|
Laporan keuangan UGM yang merupakan PTN-BH, di dalamnya
tidak terdapat laporan laba rugi, karena tujuan dari PTN-BH adalah di bidang
pendidikan yang merupakan wilayah non bisnis atau nirlaba. Hal ini menyebabkan
laporan keuangan yang disusun oleh PTN-BH seperti UGM berbeda dengan laporan
keuangan GMUM yang merupakan entitas bisnis walaupun sama-sama mengacu pada SAK
ETAP. Laporan keuangan UGM tidak memunculkan keuntungan ataupun kerugian dalam
menjalankan operasionalnya. Laporan keuangan PTN-BH lebih menekankan pada
laporan aktivitas yang menunjukkan gambaran dari kegiatan-kegiatan operasional
pada suatu tahun berjalan. Dengan demikian, laporan keuangan PTN-BH tersebut
ditentukan oleh nilai dari laporan aktivitas. Pada laporan aktivitas UGM dapat
memperlihatkan dengan jelas kenaikan maupun penurunan nilai keuangan UGM
sebagai PTN-BH yang bersumber dari Dana Tidak Terikat, Dana Terikat Temporer,
ataupun dari Dana Terikat Permanen.
Laporan aktivitas pada
laporan keuangan UGM telah sesuai dengan paragraf 23, 24,25 yang terdapat di
dalam PSAK 45 untuk mengatur perlakuan akuntansi pendapatam, beban, serta
keuntungan dan kerugian, yaitu:
a.
Pendapatan diakui sebagai penambah aset neto tidak terikat
kecuali jika penggunaanya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban
sebagai pengurang aset neto tidak terikat.
b.
Sumbangan disajikan sebagai penambah aset neto tidak
terikat, terikat temporer (atau terikat permanen), bergantung pada ada tidaknya
pembatasan.
c.
Keuntungan dan kerugian yang diperoleh dari investasi atau
aset lain, atau liabilitas, diakui sebagai penambah atau pengurang aset neto
tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
Sedangkan
pada laporan laba rugi GMUM 2013, analisis yang digunakan adalah metode
analisis fungsi beban. Berdasarkan metode ini, beban dikumpulkan sesuai dengan
fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau sebagai contoh, biaya
aktivitas distribusi atau aktivitas administrasi. Laporan laba rugi GMUM telah
sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Standar Akuntantasi Keuangan
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) karena telah mengungkapkan biaya
penjualannya secara terpisah dari beban lainnya. GMUM juga telah
mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi untuk mengungkapkan informasi
tambahan berdasarkan sifat beban, termasuk penyusutan dan beban amortisasi,
serta beban tenaga kerja.
C.
LAPORAN
PERUBAHAN EKUITAS
Organisasi nirlaba atau non bisnis
tidak memiliki laporan perubahan ekuitas seperti UGM sebagaimana layaknya
organisasi bisnis, dalam kasus ini yaitu PT Gama Multi Usaha Mandiri. Hal ini
disebabkan UGM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) tidak
dimiliki oleh entitas manapun. Ekuitas dalam organisasi nirlaba bisa
dianalogikan dengan aset neto (yang terdiri dari aset neto tidak terikat, aset
neto terikat permanen, dan aset neto terikat temporer) yang telah disajikan
pada laporan aktivitas. menjelaskan bahwa entitas
menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:
a)
Laba atau
rugi untuk periode;
b)
Pendapatan
dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
c)
Untuk
setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan yang diakui sesuai Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan
Kesalahan;
d)
Untuk
setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan
akhir periode, diungkapkan secara terpisah perubahan yang berasal dari:
-
Laba atau
rugi;
-
Pendapatan
dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
-
Jumlah
investasi, dividen dan distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, yang menunjukkan
secara terpisah modal saham, transaksi saham treasuri, dan dividen serta
distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, dan perubahan kepemilikan dalam entitas
anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian.
Uraian
|
SAK ETAP
|
LK
GMUM 2013
|
Klasifikasi informasi yang disajikan
|
-
Laba rugi entitas untuk suatu periode.
-
Pos pendapatan dan beban yang
diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut.
-
Pengaruh perubahan kebijakan
akuntansi dan koreksi kesalahan
-
yang diakui dalam periode
tersebut. (ter-gantung pada format laporan perubahan ekuitas yang dipilih
oleh entitas)
-
Jumlah investasi oleh, dan
dividen serta distribusi lain ke, pemilik ekuitas sela-ma periode tersebut
|
Dalam Laporan
Perubahan Ekuitasmencakup pos-pos berikut ini:
a)
Modal Saham
-
Saldo modal saham 31 Desember 2011,
2012 dan 2013
-
Tambahan modal setor tahun 2012
b)
Saldo Laba
-
Saldo laba 31 Desember 2011, 2012 dan
2013
-
Penyesuaian pada deviden tahun 2008,
2010, 2011, penyesuaian estimasi bonus 2011, penyesuaian proyek BP Migas 2011
( penurunan nilai kontrak), penyesuaian Asset (SAI), Penyesuaian Hutang
(SAI), Penyesuaian Piutang (SAI)
-
Biaya produksi Gama Konsultasi tahun
2011 dan biaya produksi proyek tahun 2013
-
Bagi hasil farmasi, dan bagi hasil RSA
tahun 2011
-
Koreksi dan kekurangan pajak hotel UC
tahun 2010
-
Bonus RSA, Bonus karyawan GAS tahun
2011 dan bonus karyawan dan pesangon tahun 2013
-
Hutang deviden
-
Sewa aset, penyerahan aset sebagai CSR
|
C. LAPORAN ARUS KAS
Berikut perbandingan Laporan Arus Kas UGM 2015 dengan Laporan Arus Kas PT
Gama Multi Usaha Mandiri 2013:
No
|
SAK ETAP
|
LK UGM
2015
|
LK
GMUM 2013
|
1
|
-
Aktivitas Operasi
-
Aktivitas Investasi
-
Aktivitas Pendanaan
|
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
-
Pendapatan Pendidikan
-
Pendapatan Non Pendidikan
-
Pendapatan APBN
-
Pendanaan PTNBH
-
Belanja Personil
-
Belanja Bahan dan Jasa
-
Belanja Perbaikan dan Pemeliharaan
-
Belanja Perjalanan
-
Belanja Pendanaan dan Pembiayaan
-
Penerimaan (pengeluaran) Transitoris
-
Penurunan Piutang
-
Uang Muka
-
Utang dan Titipan
-
Koreksi Kas Tahun berjalan
Lainnya
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
-
(Penambahan)/Pengurangan Investasi
-
(Penambahan)/Pengurangan Penyertaan ke
Unit Usaha
-
Perolehan Aset Tetap
-
Hasil Penjualan Aset Tetap
-
Penambahan Aset Tak Berwujud
-
Penerimaan hasil investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pelepasan Pendanaan
|
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Arus kas masuk meliputi:
- Laba bersih
- Penyusutan aset tetap
- Pihak ketiga
- Piutang bunga dan piutang hubungan istimewa
- Biaya dibayar dimuka
- Hutang bank, hutang pajak
Arus kas keluar meliputi:
- Pihak yang memiliki hubungan istimewa
- Uang muka operasional
- Deposit
- Persediaan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Arus kas masuk meliputi:
- Investasi ke unit usaha
Arus kas keluar meliputi:
- Pembelian/pengeluaran aset tetap
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Arus kas masuk meliputi:
- Kewajiban jangka Panjang
Arus kas keluar meliputi:
- Hutang bank jangka Panjang
- Sewa diterima dimuka
- Sewa pembiayaan
- Laba rugi tahun lalu
|
Berdasarkan tabel dapat disimpulkan
bahwa Laporan arus kas telah sesuai dengan PSAK 45 yang menyatakan bahwa tujuan
utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan
pengeluaran kas dalam suatu periode. Format laporan arus kas bagi universitas
PTN BH, dalam kasus ini yaitu UGM, disusun berdasarkan PSAK 45 dengan
pendekatan metode langsung (direct method).laporan arus kas pada laporan
keuangan GMUM 2013 yang telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam SAK
ETAP. GMUM melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode
tidak langsung (indirect method). Berbeda dengan metode penyusunan
langsung dimana laporan arus kas disusun berdasarkan pada buku kas/bank, metode
penyusunan laporan arus kas secara tidak langsung disusun berdasarkan pada
laporan laba rugi dan neraca.
D.
CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN
SAK
ETAP mengatur prinsip yang mendasari informasi yang
disajikan dalam catatan atas laporan keuangan dan bagaimana penyajiannya. Catatan
atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang
disajikan dalamlaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan
penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan
dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan
keuangan.Dijelaskan juga secara normal urutan
penyajian catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut:
(a)
suatu
pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK;
(b)
ringkasan
kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
(c)
informasi
yang mendukung pos-pos laporan keuangan, sesuai dengan urutan penyajian setiap
komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.
(d)
pengungkapan
lain.
Berikut perbandingan Laporan Catatan
Atas Laporan KeuanganUGM 2015 dengan Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan PT Gama Multi Usaha Mandiri 2013.
Uraian
|
SAK ETAP
|
LK UGM 2015
|
LK GMUM 2013
|
Nama
laporan keuangan
|
Catatan
Atas Laporan Keuangan
|
Catatan
Atas Laporan Keuangan
|
-
|
Klasifikasi
informasi yang disajikan
|
-
Menyajikan
infor-masi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebi-jakan akuntansi
tertentu yang digu-nakan.
-
Mengungkapkan
informasi yang disyaratkan dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan dalam
laporan keuangan; dan
-
Memberikan
infor-masi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan, tetapi
relevan untuk memahami laporan keuangan.
|
-
Informasi
dasar pe-nyusunan laporan keuangan dan kebija-kan akuntansi, seperti dasar pengukuran,
kebijakan yang rele-van, asumsi dalam estimasi.
-
Informasi
yang disyaratkan Standar Akuntansi Keuangan yang tidak disajikan di bagian mana
pun dalam laporan keuangan.
-
Informasi
yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam lapo-ran keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk mema-hami laporan keua-ngan.
|
-
|