WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI----WELCOME TO ATRI LESTARI

Jumat, 02 Maret 2018

Perbedaan SAK ETAP pada entitas nirlaba dan profit oriented

BAB I
PENDAHULUAN


A.              Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik merupakan entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan  dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
Dalam SAK ETAP dijelaskan bahwa suatu entitas yang memiliki akuntabilitas yang signifikan jika :
1.         Entitas mengajukan pernyataan pendaftaran , atau dalam proses pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal atau ;
2.         Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat seperti bank, entitas asuransi,pialang atau pedagang efek, reksa dana, dana pensiun, dam bank investasi.

B.              Entitas Nirlaba
Entitas Nirlaba merupakan entitas yang tidak bertujuan untuk mencari laba atau profit. Organisasi nirlaba meliputi gerejasekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah. Di Indonesia, ada beberapa undang – undang yang mengatur langsung dan mendefinisikan jens entitas nirlaba secara khusus seperti UU No. 16 Tahun 2001 yang diubah menjadi UU No 28 Tahun 2008 tentang Partai Politik.
Karakteristik entitas nirlaba berdasarkan PSAK 45 : Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba :
1.         Sumber daya berasal dari penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan
2.         Menghasilkan barang dan/atau jasa tidak menghasilkan laba. Jika menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada pemilik entitas nirlaba tersebut.
3.         Kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali termasuk pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.

C.           Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) merupakan salah satu pilar akuntansi Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK ETAP bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya dan diharapkan memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK Umum, sebagian besar menggunakan konsep biaya historis; mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP; bentuk pengaturan yang lebih sederhana dalam hal perlakuan akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun.
SAK ETAP memuat 30 Bab pengaturan dan mengadopsi International Financial Reporting Standard for Small and Medium Enterprises (IFRS) dengan beberapa penyederhanaan. SAK ETAP menggunakan prinsip pengakuan dan pengukuran pervasif yang berarti dalam hal ini tidak ada pengaturan tertentu dalam SAK ETAP untuk suatu transaksi atau peristiwa maka entitas harus menetapkan suatu kebjakan akuntansi yang menghasilkan informasi yang relevan dan andal bagi pengguna laporan keuangan. Konsep prinsip persvasif dalam SAK ETAP ini sejalan dengan KDPPLK, dengan berbagai penyerderhanaan. Perbedaan antara keduanya adalah KDPPL tidak mengatur prinsip Pervasif dan disisi lain, SAK ETAP tidak mengatur konsep modal dan pemeliharaan modal.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Analisis Perbandingan Laporan Keuangan ETAP Universitas Gadjah Mada (2015) dan PT. Gama Multi Usaha Mandiri (2013).
    A.       Laporan Keuangan Universitas Gadjah Mada Tahun 2015
Universitas Gadjah Mada telah menyusun laporan keuangan dan laporan likuidasi sesuai dengan Nomor 225/PMK.05/2014 tanggal 17 Desember 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) Tahun Anggaran 2014. Laporan keuangan yang dibuat disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Berdasarkan persyaratan dan kriteria dalam SAK ETAP, Universitas memenuhi kriteria sebagai entitas tanpa akuntabilitas publik. Oleh karena itu, Universitas memutuskan untuk menerapkan SAK ETAP sebagai basis dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Universitas memilih untuk menerapkan SAK ETAP, dengan pertimbangan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP masih mampu mencerminkan substansi ekonomi dari kegiatan operasi dan aktivitas Universitas. Pertimbangan lainnya adalah biaya dan manfaat dalam penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP lebih efisien bagi Universitas.
Laporan Keuangan yang disajikan oleh Universitas Gadjah Mada Tahun 2015 yaitu sebagai berikut:
      1.       Laporan Posisi Keuangan
      2.       Laporan Aktivitas
      3.       Laporan Arus Kas
      4.       Catatan Atas Laporan Keuangan

     B.       Laporan Keuangan PT. Gama Multi Usaha Mandiri Tahun 2013
PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi) adalah perusahaan holding dan investasi yang bergerak diberbagai bidang yang dimilikioleh Universitas Gadjah Mada. GMUM didirikan sebagai upaya UGM mewujudkan kemandirian sebagai sebuah Badan Hukum Milik Negara (BHMN) sehingga berdasarkan persyaratan dan kriteria dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), GMUM telah memenuhi kriteria sebagai entitas tanpa akuntabilitas publik. Oleh karena itu, GMUM menerapkan SAK ETAP sebagai basis dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Laporan Keuangan yang disajikan oleh PT.Gama Multi Usaha Mandiri yaitu sebagai berikut:
      1.       Neraca
      2.       Laporan Laba Rugi
      3.       Laporan Perubahan Ekuitas
      4.       Laporan Arus Kas
      5.       Catatan Atas Laporan Keuangan

    C.       Analisis Perbandingan antara Laporan Keuangan UGM dengan GMUM
Perbandingan Penyajian Laporan Keuangan antara Universitas Gadjah Mada  dan Gama Multi Usaha Mandidi sebagai berikut:
No
Laporan Keuangan
Universitas Gadjah Mada
PT. Gama Multi Usaha Mandiri
1.
Laporan Posisi Keuangan
Neraca
2.
Laporan Aktivitas
Laporan Laba Rugi
3.
-
Laporan Perubahan Ekuitas
4.
Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas
5.
Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan Atas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa UGM tidak menyajikan laporan perubahan ekuitas. Organisasi nirlaba tidak memiliki laporan perubahan ekuitas sebagaimana layaknya organisasi bisnis. Hal ini disebabkan organisasi nirlaba tidak dimiliki oleh entitas manapun. Ekuitas dalam organisasi nirlaba bisa dianalogikan dengan aset neto/aset bersih. Dari kelima yang disyaratkan SAK ETAP, penyajian laporan keuangan UGM memenuhi 4 ketetapan.
Laporan  keuangan antara UGM dan GMUM bagian laporan laba rugi dan laporan laktivitas  memiliki sebutan yang berbeda, tetapi kedua laporan ini memenuhi kompenen yang sama. Seperti yang dijelakan pada SAK ETAP bahwa “Laporan laba rugi memasukkan semua pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain.” Dalam laporan aktivitas UGM tahun 2015 juga memuat pos penghasilan dan beban yang diakui dalam periode tesebut.
Laporan Keuangan PT. Gama Multi Usaha Mandiri terlihat bahwa perusahaan menyajikan 5 jenis laporan yang disyaratkan SAK ETAP. Namun, Catatan Atas Laporan Keuangan tidak terlampir, dalam hal ini laporan tersebut tidak di publikasi melalui internet secara sempurna, dikarenakan belum adanya peraturan SAK ETAP yang mengatur kelengkapan dalam publikasi melalui internet. Sehingga laporan keuangan PT. Gama Multi Usaha Mandiri ini sudah dapat dinyatakan lengkap menurut SAK ETAP.

2.2      Perbedaan Laporan Keuangan berbasis SAK ETAP antara Laporan Keuangan Universitas Gadjah Mada 2015 (Non Bisnis) dan Laporan Keuangan PT Gama Multi Usaha Mandiri 2013 (Bisnis).
    A.       Neraca
MenurutSAK ETAP telah dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam neraca minimal mencakup pos-pos kas dan setara kas,  piutang usaha dan piutang lainnya, persediaan, properti investasi, aset tetap, aset tidak berwujud, utang usaha dan utang lainnya, aset dan kewajiban pajak, kewajiban diestimasi, dan ekuitas.
Berikut ini merupakan tabel yang memuat informasi mengenai apa yang telah ditetapkan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan dan laporan posisi keuangan yang disajikan oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tahun 2015 dan Neraca PT. Gama Multi Usaha Mandiri 2013.

Uraian
SAK ETAP
LK UGM 2015
LK GMUM 2013
Nama Laporan Keuangan

Neraca
Laporan Posisi Keuangan
Neraca
Klasifikasi informasi yang disajikan
-   Aset (Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-   Kewajiban (Kewajiban jangka pendek dan Kewajiban jangka panjang)
-   Ekuitas

-   Aset (Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-   Liabilitas Jangka Pendek
-   Aset Bersih (Aset bersih tidak terikat, Aset bersih terikat temporer dan Aset bersih terikat permanen)

-   Aset (Aset lancar dan Aset tidak lancar)
-   Kewajiban (Kewajiban jangka pendek dan Kewajiban jangka panjang)
-   Ekuitas (Modal saham dan Saldo laba)

Informasi pos-pos yang disajikan
-   Kas dan setara kas
-   Piutang usaha dan piutang lainnya
-   Persediaan
-   Properti investasi
-   Aset tetap
-   Aset tidak berwujud
-   Utang usaha dan utang lainnya
-   Aset dan kewajiban pajak
-   Kewajiban diestimasi
-   Ekuitas

-   Kas dan setara kas
-   Investasi jangka pendek
-   Piutang neto
-   Persediaan
-   Biaya dibayar dimuka
-   Uang muka kegiatan
-   Aset lancar lain
-   Investasi jangka panjang
-   Aset tetap
-   Akumulasi penyusutan
-   Aset lainnya
-   Utang
-   Utang lain-lain
-   Pendapatan diterima di muka
-   Aset tidak terikat
-   Aset terikat temporer
-   Aset terikat permanen

-   Kas dan setara kas
-   Piutang usaha
-   Piutang bunga
-   Piutang hubungan istimewa
-   Uang muka operasional
-   Deposit
-   Biaya dibayar dimuka
-   Persediaan
-   Investasi ke unit usaha
-   Aset tetap setelah dikurangi akumulasi
-   Hutang usaha
-   Hutang bank
-   Biaya yang masih harus dibayar
-   Hutang pajak
-   Kewajiban dan hutang jangka panjang
-   Sewa diterima dimuka
-   Sewa pembiayaan
-   Modal saham
-   Saldo laba

Terdapat perbedaan pada laporan posisi keuangan dengan neraca pada umumnya. Perbedaannya dapat diliat pada penyajian posisi ekuitas antara laporan posisi keuangan UGM (nirlaba) dengan neraca GMUM (bisnis). Neraca pada LK GMUM menyajikan ekuitas yang terdiri dari modal saham dan saldo laba. Sedangkan pada laporan posisi keuangan UGM bukan menyajikan ekuitas, melainkan aset bersih (neto) yang terdiri dari aset tidak terikat, aset terikat temporer dan aset terikat permanen. Posisi ekuitas ini menjelaskan pengkelompokan sumber dana dari berbagai macam klasifikasi dana. Dengan dimikian pada laporan keuangan UGM yang merupakan PTN-BH, ekuitas tersebut menggambarkan naik turunnya suatu operasi PTN-BH berdasarkan sumber dana yang ada.
Terkait dengan pos-pos yang disajikan pada neraca maupun laporan posisi keuangan, SAK ETAP tidak menentukan format atau urutan terhadap pos-pos yang akan disajikan tetapi menyediakan daftar pos-pos yang berbeda baik sifat atau fungsinya untuk menjamin penyajian yang terpisah dalam neraca. GMUM telah mereklasifikasikan pos-pos yang diakui sebagai suatu jenis aset, kewajiban, dan komponen ekuitas berdasarkan SAK ETAP. Contohnya adalah Piutang hubungan istimewa yang harus disajikan dalam pos yang terpisah dari piutang usaha. Sedangkan pada laporan posisi keuangan UGM, untuk pos piutang disajikan dalam bentuk piutang neto (terdiri dari piutang pendidikan dan piutang non pendidikan dikurang dengan CKP dan penyisihan kerugian yang diestimasi).
     B.       Laporan  Laba Rugi
Pada SAK ETAP Bab 5 menyatakan bahwa Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos Pendapatan, Beban keuangan, Bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas, Beban pajak, dan Laba atau rugi neto.Berikut tabel yang memuat informasi mengenai apa yang telah ditetapkan SAK ETAP dalam penyusunan laporan aktivitas yang disajikan oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tahun 2015 dan laporan laba rugi PT. Gama Multi Usaha Mandiri 2013.




Uraian
SAK ETAP
LK UGM 2015
LK GMUM 2013
Nama laporan keuangan

Laporan Laba Rugi
Laporan Aktivitas
Laporan Laba Rugi
Klasifikasi informasi yang disajikan
-   Laporan laba rugi menyajikan pengha-silan dan beban entitas untuk suatu periode.
-   Entitas juga menya-jikan suatu analisis beban dalam suatu klasifikasi berdasar-kan sifat atau fungsi beban dalam entitas, mana yang memberi-kan informasi yang lebih andal dan relevan

-      Perubahan Aset Bersih Tidak Teri-kat (Pendapatan tidak terikat dan beban tidak terikat).
-      Perubahan Aset Bersih Terikat Te-mporer (Pendapa-tan terikat temporer dan beban terikat tenporer)

-   Pendapatan Usaha
-   Potongan Penjualan
-   Harga Pokok Pen-jualan
-   Beban Usaha
-   Pendapatan (Beban) lain-lain

Informasi pos-pos yang disajikan
-   Pendapatan.
-   Beban Keuangan.
-   Bagian laba atau rugi dari informasi yang menggunakan metode ekuitas.
-   Beban pajak.
-   Laba atau rugi neto

-      Layanan pendidikan.
-      Hibah/sumbangan.
-      Pendapatan tidak terikat lainnya.
-      Beban Tidak terikat (personil, barang dan jasa,perjalanan, perbaikan dan pemeliharaan, pendanaan dan pembiayaan).
-      Kenaikan (Penurunan) aset bersih tidak terikat.
-      Bantuan pendanaan PTN-BH dan APBN.
-      Layanan pendidikan.
-      Hibah sumbangan.
-      Pendapatan terikat temporer lainnya.
-      Beban terikat temporer (personil, barang dan jasa, perbaikan dan pemeliharaan, perjalanan, pendanaan dan pembiayaan)
-      Kenaikan (penurunan) aset bersih temporer
-      Kenaikan (penurunan) aset bersih
-      Aset bersih awal tahun.
-      Penyesuaian aset bersih tidak terikat.
-      Penyesuaian aset bersih terikat temporer.
-      Koreksi aset bersih.
-      Aset bersih akhir tahun.
-      Pendapatan Usaha.
-      Potongan Penjualan.
-      Harga Pokok Penjualan.
-      Laba kotor
-      Beban usaha
-      Laba usaha
-      Pendapatan (beban) lain-lain
-      Laba bersih


Laporan keuangan UGM yang merupakan PTN-BH, di dalamnya tidak terdapat laporan laba rugi, karena tujuan dari PTN-BH adalah di bidang pendidikan yang merupakan wilayah non bisnis atau nirlaba. Hal ini menyebabkan laporan keuangan yang disusun oleh PTN-BH seperti UGM berbeda dengan laporan keuangan GMUM yang merupakan entitas bisnis walaupun sama-sama mengacu pada SAK ETAP. Laporan keuangan UGM tidak memunculkan keuntungan ataupun kerugian dalam menjalankan operasionalnya. Laporan keuangan PTN-BH lebih menekankan pada laporan aktivitas yang menunjukkan gambaran dari kegiatan-kegiatan operasional pada suatu tahun berjalan. Dengan demikian, laporan keuangan PTN-BH tersebut ditentukan oleh nilai dari laporan aktivitas. Pada laporan aktivitas UGM dapat memperlihatkan dengan jelas kenaikan maupun penurunan nilai keuangan UGM sebagai PTN-BH yang bersumber dari Dana Tidak Terikat, Dana Terikat Temporer, ataupun dari Dana Terikat Permanen.
Laporan aktivitas pada laporan keuangan UGM telah sesuai dengan paragraf 23, 24,25 yang terdapat di dalam PSAK 45 untuk mengatur perlakuan akuntansi pendapatam, beban, serta keuntungan dan kerugian, yaitu:
       a.       Pendapatan diakui sebagai penambah aset neto tidak terikat kecuali jika penggunaanya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang aset neto tidak terikat.
      b.       Sumbangan disajikan sebagai penambah aset neto tidak terikat, terikat temporer (atau terikat permanen), bergantung pada ada tidaknya pembatasan.
       c.       Keuntungan dan kerugian yang diperoleh dari investasi atau aset lain, atau liabilitas, diakui sebagai penambah atau pengurang aset neto tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
Sedangkan pada laporan laba rugi GMUM 2013, analisis yang digunakan adalah metode analisis fungsi beban. Berdasarkan metode ini, beban dikumpulkan sesuai dengan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau sebagai contoh, biaya aktivitas distribusi atau aktivitas administrasi. Laporan laba rugi GMUM telah sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Standar Akuntantasi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) karena telah mengungkapkan biaya penjualannya secara terpisah dari beban lainnya. GMUM juga telah mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi untuk mengungkapkan informasi tambahan berdasarkan sifat beban, termasuk penyusutan dan beban amortisasi, serta beban tenaga kerja.

C.           LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Organisasi nirlaba atau non bisnis tidak memiliki laporan perubahan ekuitas seperti UGM sebagaimana layaknya organisasi bisnis, dalam kasus ini yaitu PT Gama Multi Usaha Mandiri. Hal ini disebabkan UGM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) tidak dimiliki oleh entitas manapun. Ekuitas dalam organisasi nirlaba bisa dianalogikan dengan aset neto (yang terdiri dari aset neto tidak terikat, aset neto terikat permanen, dan aset neto terikat temporer) yang telah disajikan pada laporan aktivitas. menjelaskan bahwa entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:
a)      Laba atau rugi untuk periode;
b)      Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
c)      Untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui sesuai Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan;
d)     Untuk setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secara terpisah perubahan yang berasal dari:
-          Laba atau rugi;
-          Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
-          Jumlah investasi, dividen dan distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, yang menunjukkan secara terpisah modal saham, transaksi saham treasuri, dan dividen serta distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, dan perubahan kepemilikan dalam entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian.

Uraian
SAK ETAP
LK GMUM 2013
Klasifikasi informasi yang disajikan


-       Laba rugi entitas untuk suatu periode.
-       Pos pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut.
-       Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan
-       yang diakui dalam periode tersebut. (ter-gantung pada format laporan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas)
-       Jumlah investasi oleh, dan dividen serta distribusi lain ke, pemilik ekuitas sela-ma periode tersebut



Dalam Laporan Perubahan Ekuitasmencakup pos-pos berikut ini:
a)      Modal Saham
-    Saldo modal saham 31 Desember 2011, 2012 dan 2013
-    Tambahan modal setor tahun 2012

b)      Saldo Laba
-       Saldo laba 31 Desember 2011, 2012 dan 2013
-       Penyesuaian pada deviden tahun 2008, 2010, 2011, penyesuaian estimasi bonus 2011, penyesuaian proyek BP Migas 2011 ( penurunan nilai kontrak), penyesuaian Asset (SAI), Penyesuaian Hutang (SAI), Penyesuaian Piutang (SAI)
-          Biaya produksi Gama Konsultasi tahun 2011 dan biaya produksi proyek tahun 2013
-          Bagi hasil farmasi, dan bagi hasil RSA tahun 2011
-          Koreksi dan kekurangan pajak hotel UC tahun 2010
-          Bonus RSA, Bonus karyawan GAS tahun 2011 dan bonus karyawan dan pesangon tahun 2013
-          Hutang deviden
-          Sewa aset, penyerahan aset sebagai CSR


C.    LAPORAN ARUS KAS
Berikut perbandingan Laporan Arus Kas UGM 2015 dengan Laporan Arus Kas PT Gama Multi Usaha Mandiri 2013:
No
SAK ETAP
LK UGM 2015
LK GMUM 2013
1
-          Aktivitas Operasi


























-          Aktivitas Investasi














-          Aktivitas Pendanaan

ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
-       Pendapatan Pendidikan
-       Pendapatan Non Pendidikan
-       Pendapatan APBN
-       Pendanaan PTNBH
-       Belanja Personil
-       Belanja Bahan dan Jasa
-       Belanja Perbaikan dan Pemeliharaan
-       Belanja Perjalanan
-       Belanja Pendanaan dan Pembiayaan
-       Penerimaan (pengeluaran) Transitoris
-       Penurunan Piutang
-       Uang Muka
-       Utang dan Titipan
-       Koreksi Kas Tahun berjalan
Lainnya





ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
-       (Penambahan)/Pengurangan Investasi
-       (Penambahan)/Pengurangan Penyertaan ke Unit Usaha
-       Perolehan Aset Tetap
-       Hasil Penjualan Aset Tetap
-       Penambahan Aset Tak Berwujud
-       Penerimaan hasil investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pelepasan Pendanaan
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Arus kas masuk meliputi:
-       Laba bersih
-      Penyusutan aset tetap
-      Pihak ketiga
-      Piutang bunga dan piutang hubungan istimewa
-      Biaya dibayar dimuka
-      Hutang bank, hutang pajak
Arus kas keluar meliputi:
-      Pihak yang memiliki hubungan istimewa
-      Uang muka operasional
-      Deposit
-      Persediaan










ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Arus kas masuk meliputi:
-      Investasi ke unit usaha
Arus kas keluar meliputi:
-      Pembelian/pengeluaran aset tetap






ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Arus kas masuk meliputi:
-      Kewajiban jangka Panjang
Arus kas keluar meliputi:
-       Hutang bank jangka Panjang
-       Sewa diterima dimuka
-       Sewa pembiayaan
-       Laba rugi tahun lalu
Berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa Laporan arus kas telah sesuai dengan PSAK 45 yang menyatakan bahwa tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Format laporan arus kas bagi universitas PTN BH, dalam kasus ini yaitu UGM, disusun berdasarkan PSAK 45 dengan pendekatan metode langsung (direct method).laporan arus kas pada laporan keuangan GMUM 2013 yang telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam SAK ETAP. GMUM melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode tidak langsung (indirect method). Berbeda dengan metode penyusunan langsung dimana laporan arus kas disusun berdasarkan pada buku kas/bank, metode penyusunan laporan arus kas secara tidak langsung disusun berdasarkan pada laporan laba rugi dan neraca.

D.           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
SAK ETAP mengatur prinsip yang mendasari informasi yang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan dan bagaimana penyajiannya. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalamlaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.Dijelaskan juga secara normal urutan penyajian catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut:
(a)      suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK;
(b)      ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
(c)      informasi yang mendukung pos-pos laporan keuangan, sesuai dengan urutan penyajian setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.
(d)     pengungkapan lain.

Berikut perbandingan Laporan Catatan Atas Laporan KeuanganUGM 2015 dengan Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan  PT Gama Multi Usaha Mandiri 2013.
Uraian
SAK ETAP
LK UGM 2015
LK GMUM 2013
Nama laporan keuangan
Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan
-
Klasifikasi informasi yang disajikan
-   Menyajikan infor-masi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebi-jakan akuntansi tertentu yang digu-nakan.
-   Mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam SAK ETAP tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan; dan


-   Memberikan infor-masi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan, tetapi relevan untuk memahami laporan keuangan.

-   Informasi dasar pe-nyusunan laporan keuangan dan kebija-kan akuntansi, seperti dasar pengukuran, kebijakan yang rele-van, asumsi dalam estimasi.
-   Informasi yang disyaratkan Standar Akuntansi Keuangan yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan.


-   Informasi yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam lapo-ran keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk mema-hami laporan keua-ngan.

-