Double Track Purwokerto-Kroya
PURWOKERTO – Pengembangan double track Purwokerto-Kroya sejauh ini dinilai masih cukup sulit. Meski pembangunan sudah dimulai, beberapa kesulitan seperti faktor kondisi tanah, cuaca, hingga geografi pengembangan perlintasan menjadi kendala yang dihadapi saat ini.
Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono mengatakan, pembangunan saat ini masih difokuskan pada penguatan konstruksi perlintasan double track. Saat ini faktor kondisi tanah dan cuaca menjadi kendala yang memperlambat proses pembangunan. Pasalnya, kondisi tanah yang lunak akibat hujan kerap menyulitkan alat berat.
Tidak hanya itu, kondisi geografis di sepanjang lahan yang akan dibangun double track juga cukup menyulitkan. Menurutnya, perlintasan akan dibangun di dataran tinggi dan sungai. Sehingga harus dilakukan pembangunan lima jembatan dan tiga terowongan.
“Pembangunan perlintasan nantinya melewati dua sungai besar, yaitu Sungai Logawa dan Sungai Serayu. Sehingga memang dibutuhkan konstruksi yang sesuai untuk pembangunan jembatan,” katanya.
Tidak hanya sungai besar, tiga jembatan juga perlu dibangun di Sungai Bodas, Sungai Jengok, dan Sungai Tenggulun. Menurutnya, jembatan baru Sungai Logawa dan Sungai Serayu akan dibangun sekaligus untuk dua jalur KA disisi jembatan eksisting. Sehingga setelah jembatan baru tersebut selesai dibangun, jembatan lama tidak akan digunakan lagi untuk lalu lintas KA.
“Konstruksi jembatan di Sungai Logawa akan menggunakan struktur kombinasi antara type Welded Through Truss (WTT) dan Prestressed Concrete- T (PC-T) box. Sedangkan jembatan sungai Serayu yang baru akan dibangun menggunakan struktur type WTT,” katanya.
Selain sungai, pekerjaan double track Purwokerto-Kroya juga harus membuat tiga terowongan baru menembus bukit, yaitu satu terowongan di Notog Kecamatan Patikraja dan dua terowongan lain di Kecamatan Kebasen.
Seperti diketahui, pembangunan double track tersebut kemungkinan akan diselesaikan dalam dua tahun, sebelum nantinya bisa beroperasi. Pekerjaan tersebut ditangani langsung oleh Ditjen KA Kemenhub. http://www.radarbanyumas.co.id/bangun-jembatan-dan-tiga-terowongan/
Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto, Surono mengatakan, pembangunan saat ini masih difokuskan pada penguatan konstruksi perlintasan double track. Saat ini faktor kondisi tanah dan cuaca menjadi kendala yang memperlambat proses pembangunan. Pasalnya, kondisi tanah yang lunak akibat hujan kerap menyulitkan alat berat.
Tidak hanya itu, kondisi geografis di sepanjang lahan yang akan dibangun double track juga cukup menyulitkan. Menurutnya, perlintasan akan dibangun di dataran tinggi dan sungai. Sehingga harus dilakukan pembangunan lima jembatan dan tiga terowongan.
“Pembangunan perlintasan nantinya melewati dua sungai besar, yaitu Sungai Logawa dan Sungai Serayu. Sehingga memang dibutuhkan konstruksi yang sesuai untuk pembangunan jembatan,” katanya.
Tidak hanya sungai besar, tiga jembatan juga perlu dibangun di Sungai Bodas, Sungai Jengok, dan Sungai Tenggulun. Menurutnya, jembatan baru Sungai Logawa dan Sungai Serayu akan dibangun sekaligus untuk dua jalur KA disisi jembatan eksisting. Sehingga setelah jembatan baru tersebut selesai dibangun, jembatan lama tidak akan digunakan lagi untuk lalu lintas KA.
“Konstruksi jembatan di Sungai Logawa akan menggunakan struktur kombinasi antara type Welded Through Truss (WTT) dan Prestressed Concrete- T (PC-T) box. Sedangkan jembatan sungai Serayu yang baru akan dibangun menggunakan struktur type WTT,” katanya.
Selain sungai, pekerjaan double track Purwokerto-Kroya juga harus membuat tiga terowongan baru menembus bukit, yaitu satu terowongan di Notog Kecamatan Patikraja dan dua terowongan lain di Kecamatan Kebasen.
Seperti diketahui, pembangunan double track tersebut kemungkinan akan diselesaikan dalam dua tahun, sebelum nantinya bisa beroperasi. Pekerjaan tersebut ditangani langsung oleh Ditjen KA Kemenhub. http://www.radarbanyumas.co.id/bangun-jembatan-dan-tiga-terowongan/


