Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan
translasi valuta berasal dari fakta bahwa kurs-kurs valuta asing yang digunakan
dalam proses translasi jarang konstan. Konsekuensinya, hasil operasi dapat
bervariasi,akibat adanya perbedaan dalam kurs-kurs translasi yang dipakai dan
disposisi akuntansi dari efek-efek keuangan yang dihasilkan.
Perkembangan seperti runtuhnya dominasi mata uang
dolar, pergerakan niali mata uang yang disetujui oleh pemerintah, dan
globalisasi pasar-pasar modal dunia, berperan besar meningkatkan ketertarikan
eksekutif-eksekutif keuangan, akuntan, dan komunitas keuangan pada pentingnya
dan konsekuensi-konsekuensi ekonomi dari translasi valuta asing.
Alasan-Alasan bagi Translasiè
Translasi adalah proses penyajian kembali (restating) berbagai saldo valuta asing
kedalam valuta tunggal yang ekivalen.
Ø Alasan
utama adalah : Perusahaan-perusahaan
yang memiliki banyak operasi di luar negeri harus menyiapkan laporang keuangan
konsolidasi dalam mata uang yang homogen, sehingga diperlukan kerangka valuta
tunggal, dan ini, secara tradisional, berupa valuta pelaporan perusahaan induk.
Ø Alasan-alasan
lainnya adalah :
1. Untuk
mencatat transaksi-transaksi valuta asing
2. Untuk
melaporkan aktivitas-aktivitas cabang dan perusahaan anak internasional
3. Untuk
melaporkan hasil-hasil operasi independen di luar negeri.
Latar Belakang dan Terminologiè
Konversi merupakan pertukaran phisik antara satu
valuta dengan valuta yang lain. Sedangkan translasi hanya merupakan perubahan
dalam ekspresi moneter, tidak perlu ada pertukaran phisik, tidak ada transaksi
yang terjadi. Mekanisme yang digunakan untuk mentranslasikan saldo-saldo valuta
asing kedalam valuta domestic yang ekivalen adalah kurs valuta asing, yaitu
harga satu unit valuta yang ditunjukkan kedalam valuta lain.
Aktivitas arbitrage adalah aktivitas yang membatu
menjamin keseragaman harga valuta di seluruh dunia, karena perusahaan bisnis
yang membeli dan menjual valuta asing dalam kaitannya dengan aktivitas impor,
ekspor, dan investasi, individu-individu yang berwisata sebagai turis atau yang
melakukan pembayaran di luar negeri, dan pedagang professional yang hidup
dengan berspekulasi atas naik-turunnya nilai valuta atau dengan mengeksploitasi
perbedaan harga sebuah valuta secara simultan dalam pasar yang berbeda.
Spot
|
forward
|
Swap
|
Valuta
dibeli dan dijual segera dikirim dalam 2hari bisnis
|
Persetujuan
untuk menukar jumlah valuta tertentu dengan valuta lain pada suatu waktu di
masa depan (1,2,3,6 atau 12 bulan)
|
Melibatkan
pembelian spot dan penjualan forward, atau penjualan spot dan pembelian
forward secara simultan, dari valuta tertentu.
|
Nilai
tukar dipengaruhi factor perbedaan tingkat inflasi antar Negara bersangkutan,
perbedaan suku bunga nasional, dan kekuatan permintaan dan penawaran yang
kompleks.
|
|
Bekerja
dengan baik jika perbedaan suku bunga antar Negara yang bersangkutan lebih
besar dari tingkat diskon atas dolar forward yaitu perbedaan antara dolar
spot dan dolar forward.
|
·
Kuotasi langsung yaitu nilai
tukar menentukan jumlah tertentu unit valuta domestic yang dibutuhkan untuk
mendapatkan satu unit valuta asing.
·
Kuotasi tidak langsung yaitu kurs
menentukan harga satu unit valuta domestic dalam valuta asing dan berbanding
terbalik dengan cara langsung.
|
|
|
Persoalan
Devaluasi berarti bahwa lebih banyak unit valuta
yang didevaluasikan yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah tertentu unit
valuta lain, Revaluasi berarti sebaliknya.
System tukar yang mengambang (floating) telah mengakibatkan gejolak nilai tukar yang signifikan
selama waktu tersebut. Perkembangan variabilitas nilai tukar bukannya menurun
sejak dipakainya system floating tapi
justru ternyata meningkat sehingga menciptakan kesulitan dalam
prosedur-prosedur translasi valuta asing dan konversi perusahaan multinasional.
Efek terhadap Laporan Keuangan dari
Kurs-Kurs Translasi Alternativeà
3 jenis kurs yang dapat digunakan untuk
mentraslasikan saldo valuta asing ke dalam valuta domestik, yaitu:
1. Kurs
berlakuàkurs
yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
2. Kurs
historis à
kurs yang berlaku pada saat asset-valuta asing pertama sekali diperoleh atau
ketika kewajiban valuta asing terjadi.
3. Kurs
rata-rataàterdiri
dari rata-rata sederhana atau rata-rata sederhana tertimbang dari kurs berlaku
maupun kurs historis dan merupakan variasi sderhana dari kurs berlaku atau kurs
historis.
Intinya adalah
pemakaian kurs historis membentengi laporan keuangan dari kerugian atau
keuntungan translasi valuta asing yaitu dari peningkatan atau penurunan dalam
dolar-ekivalen dari saldo valuta asing akibat fluktuasi kurs translasi antar
periode pelaporan. Keuntungan atau kerugian translasi timbul karena penggunaan
kurs berlaku.
Transaksi valuta
asing terjadi ketika perusahaan membeli/ menjual barang yang pembayarannya
dilakukan dalam valuta asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan
valuta asing, sehingga diperlukan translasi untuk mempertahankan catatan
akuntansi dalam satu valuta saja. Ada 2 macam penyesuaian transaksi :
1. Keuntungan
dan kerugian dari transaksi yang telah terselesaikan,timbul ketika kurs yang
digunakan untuk membukukan transaksi berbeda dari kurs yang digunakan untuk
mencatat penyelesaiannya.
2. Keuntungan
dan kerugian dari transaksi yang belum terselesaikan timbul ketika laporan
keuangan disiapkan sebelum penyelesaian transaksi.
Perbedaan
kerugian dan keuntungan transaksi dengan kerugian dan keuntungan translasi:
Kerugian
dan Keuntungan Transaksi
|
Kerugian
dan Keuntungan Translasi
|
v Sudah
terealisasi dan akuntan setuju kerugian atau keuntungan harus dicerminkan
dalam laporan keuangan secepatnya.
|
v Penyesuaian
translasi (termasuk keuntungan atau kerugian transaksi yang belum
terselesaikan) dianggap sebagai belum terealisir
|
Terdapat 2 Metode translasiè
1. Single Rate Method
Kelebihan
:
|
Kelemahan:
|
Ø Metode
yang popular di Eropa dan Timur Jauh mengaplikasikan kurs tunggalà
kurs berlaku atau kurs penutupan untuk semua aktiva dan kewajiban valuta
asing dan biasanya menggunakan rata-rata tertimbang untuk mentranslasikannya.
Ø Metode
kurs berlaku adalah cara yang paling baik untuk mempertahankan rasa local
dari laporan valuta. Metode ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan
asli dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang
dikonsolidasi.
|
Ø Merusak
tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi karena menyajikan untuk
keuntungan pemegang saham perusahaan induk
Ø Mempertahankan
valuta pelaporan perusahaan induk sebagai unit pengukuran.
Ø Asumsi
bahwa semua aktiva-valuta local dipengaruhi oleh risiko nilai tukar
Ø Asumsi
bahwa fluktuasi valuta domestic yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi
kurs translasi berjalan, merupakan indicator perubahan nilai intrinsic
aktiva.
|
2. Multiple Rate Methods
Metode kurs
berganda àkombinasi
nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. Dibagi kedalam 3
metode :
1) Metode
berlaku-historis. Populer di AS sebelum tahun 1976
Kelebihan
|
Kelemahan
|
·
Kurs berlakuàmentranslasikan
aktiva dan kewajiban lancar perusahaan anak di luar negeri kedalam valuta
pelaporan persahaan induk.
·
Kurs historisàmentranslasikan
aktiva dan kewajiban non lancar, beban depresiasi dan amortisasi.
|
·
Kurang memiliki justifikasi
konseptual.
·
Definisi yang ada tidak
menjelaskan mengapa cara klasifikasi mengenai aktiva dan kewajivan lancar dan
non-lancar menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses translasi.
·
Kurs yang berfluktuasi mungkin
menghasilkan translasi yag mendistorsi hasil operasi antar periode akuntansi.
|
2) Metode
moneter-non moneter. Diprakarsai oleh Alm. Prof. Samuel R. Hepworth dalam
sebuah riset Reporting Foreign
Operations.
Kelebihan:
|
Kelemahan:
|
·
Asset dan kewajiban moneterà
mewakili hak untuk menerima atau
keharusan untuk membayar sejumlah valuta asing tertentu dimasa depan.(kas,
piutang,hutang, dan hutang jangka panjang) ditranslasikan memakai kurs
berlaku
·
Item nonmoneteràaktiva
tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan ditranslasikan memakai kurs
historis
·
Item laporan laba-rugi
ditranslasikan dengna metode berlaku-historis.
|
·
Risiko nilai tukar berkaitan
dengan komposisi aktiva lancar.
·
Penentuan kurs translasi
bergantung pada pola klasifikasi.
·
Risiko persediaanàketika
penyesuaian harga local yang mengikuti devaluasi valuta dibatasi oleh control
harga pemerintah atau tekanan kompetisi local.
·
Translasi persediaan dengan kurs
historis mempertahankan nilai dolar yang mungkin sebenarnya menyimpang dalam
hasil konsolidasi.
·
Lambatnya laju turnover persediaan mengakibatkan
distorsi margin laba.
|
3) Metode
temporal
Kelebihan
|
Kelemahan
|
·
Translasi valuta merupakan proses
konversi pengukuran (penyajian ulang nilai tertentu)
·
Hanya dapat mengubah unit
pengukuran.
·
Dapat mengakomodasi kerangka
penilaian aktiva apapun baik biaya
historis, current replacement price
atau nilai realisasi bersih.
|
·
Tidak dapat digunakan untuk
mengubah atribut suatu item yang sedang di ukur.
|
Lorensen, Prinsip
temporal :
Uang, piutang,
dan hutang yang diukur pada jumlah yang dijanjikan seharusnya ditranslasikan
memakai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Aktiva dan kewajiban yang diukur
pada harga uang seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada
tanggal yang berkenaan dengan harga uang tersebut.
Efek-
efek atas Laporan Keuangan.
Dalam metode kurs berlaku,
v perubahan
kurs mempengaruhi dolar ekivalen dari asset valuta asing total (VA)dan
kewajiban valuta asing total (TL) perusahaan anak dalam periode berjalan.
v Dalam
pengertian akuntansi, Asset dan kewajiban dikatakan terbuka (expose) terhadap
valuta asing, karena nilai dolarnya dipengaruhi perubahan dalam kurs berlaku.
v Berlaku
posisi aktiva neto-terbuka VA>TL= kerugian translasi jika mengalami
depresiasi, dan keuntungan translasi jika apresiasi terhadap dolar.
v Berlaku
posisi kewajiban neto-terbuka VA<TL= keuntungan translasi jika mengalami
devaluasi dan kerugian jika apresiasi terhadap dolar.
Hedging
strategies merupakan maneuver-manuver protektif yang dilakukan
manajer keuangan untuk melindungi laporan keuangan dari gejolak valuta.
Metode
mana yang terbaik??
Asumsi tradisional
yaitu metode translasi tunggal bias cocok untuk semua kondisi terjadinya translasi
dan untuk semua tujuan yang dilayani oleh translasi.
1. Kondisi
yang mendasari translasi valuta asing berebeda secara luas.
v Penetranslasian
suatu perkiraan dari valuta yang stabil ke dalam valuta yang tidak stabil≠
mentranslasikan perkiraan-perkiraan dalam valuta yang tidak stabil ke dalam
valuta yang stabil
2. Translasi
dilakukan untuk berbagai tujuan yang berbeda
3 dimensi prosedur
translasi:
v Metode
translasi tunggal tidak dapat melayani translasi dengan baik untuk semua
situasi yang beragam dan tujuan yang
berbeda sehingga lebih dari satu metode translasi diperlukan.
v Perlu
pendekatan translasi yaitu metode historis, metode berjalan, dan tidak
dilakukan translasi sama sekali.
Tujuan
utama translasi :
Mengubah unit pengukuran laporan
keuangan perusahaan anak di luar negeri dari laporan keuangan yang tadinya
didefinisikan dalam valuta asing kedalam laporan keuangan yang didefinisikan
dalam valuta domestic.
Tujuan lain :
Menjadikan laporan keuangan luar
negeri sesuai
dengan prinsip akuntansi yang
diterima umum di Negara tempat perusahaan induk berada.
Prinsip
temporal
|
Metode
kurs berlaku
|
Karena
;aporan keuangan luar negeri dalam sudut pandang perusahaan induk terlevih
dulu garus disesuaikan untuk mencerminkan prinsip perusahaan induk sebelum
translasi.
|
Pada
saat perkiraan-perkiraan perushaan anak ditranslasikan dengan suatu cara yang
dapat mempertahankan valuta local sebagai unit pengukuran
|
Ada situasi dimana translasi tidak
perlu dilakukan sama sekali, yaitu
v tidak
tepat dilakukan antara valuta yang sangat tidak stabil dengan valuta yang
sangat stabil. Tidak menghasilkan informasi yang berguna dalam metode translasi
apapun.
v Tidak
ada translasi berarti tidak ada konsolidasi.
v Tidak
diperlukan ketika laporan keuangan perusahaan independen dikeluarkan hanya
untuk tujuan pemberian informasi kepada penduduk Negara lain yang dalam
pembangunan ekonomi yang sama dan memiliki valuta nasional yang sama.
v Tidak
perlu dilakukan bagi laporan manajemen khusus tertentu.
Keuntungan dan Kerugian Translasi
Pendekatan
deferral (penundaan)
Kelemahan
:
Nilai
tukar tidak kembali ke keadaan semula dengan sendirinya
Situasi-situasi
Disposisi
alternative adalah dengan memasukkan setiap keuntungan dan kerugian yang timbul
dari translasi suatu posisi kewajiban terbuka neto sebagai suatu penyesuaian
atas nilai kewajiban valuta asing yang tercatat.
Perdebatan akuntansi translasi
ü Sebelum
1965àpraktik
translasi diatur oleh Accounting search Bulletin No.4.
§ Menganjurkan
pemakaian metode berlaku-historis
§ Pengaruh
penundaan dalam neraca untuk melindungi lini bawah perusahaan multinasional
dari fluktuasi nilai tukar.
ü 1965-1975
Bab 12ARB No.43
membolehkan pengecualian khusus bagi metode berlaku-historis. (persediaan,
hutang jangka panjang, perbedaan yang timbul karena akuisisi)
ü 1975-1981
Memandatkan kepatuhan
terhadap prinsip translasi temporal
ü 1981-sekarangàDiterbitkan
Statement of Financial Accounting Standards No.52
Karakteristik-karakteristik
standar no 52
Tujuan translasi
1. Merefleksikan
dalam laporan konsolidasi, hasil-hasil dan hubungan keuangan yang diukur dalam
valuta primer yang dipakai masing-masing entitas yang terkonsolidasi.
2. Menyediakan
informasi yang secara umum sesuai dengan dampak ekonomi perubahan nilai tukar
yang diharapkanatas aruskas dan ekuitas perusahaan.
Laporan
Keuangan Valuta Asing
Translasi ketika valuta local
merupakan valuta fungsional
Prosedur kurs berlaku:
1. Semua
aktiva dankewajibanvaluta asing ditranslasikan ke dolar memakai kurs berlaku
pada tanggal neraca; perkiraan modal ditranslasikan memakai kurs historis
2. Pendapatan
dan beban ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal transaksi
3. Keuntungan
dan kerugian translasi dilaporkan dalam suatu komponen terpisah dari modal
saham konsolidasi.
Penyesuaian translasi dalam metode kurs berlaku timbul ketika :
a) Saldo
valuta asing akhir tahun ditranslasikan memakai kurs berlaku yang berbedadengan
kurs yang digunkan untuk mentranslasikan saldo akhir periode sebelumnya.
b) Laporan
keuangan baluta asing ditranslasikan dengan kurs berlaku ayng berbeda dengan
kurs yang digunakan selama periode yang bersangkutan
Translasi ketika dolar
AS merupakan valuta fungsional
Dianjurkan oleh FAS no.8 memakai
metode temporal sbb;
1. Asset
dan kewajiban monetr ditranslasikan memaki kurs yang berlaku pada tanggal
laporan keuangan
2. Pendapatan
dan beban ditranlasikan memakai kurs rata-rata untuk periiode yang dimaksud
kecuali item yang berkaitan dengan nonmoneter.
3. Keuntungan
dan kerugian translasi dimasukkan dalam laba berjalan.
Translasi ketika valuta
asingsebagai valuta fungsional
Paragraph 16 FAS no.52 mewajibkan
perlakuan berikut ini bagi transaksi valuta asing:
1. Pada
tanggal transaksi diakui, tiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban,
keuntungan, atau kerugian yang munculdari transaksi harusdiukur dan dicatat
dalam valuta fungsional entitas yang bersangkutan dengan memakai kurs yang
berlaku pada tanggal tersebut.
2. Pada
tiap tanggal neraca, saldo tercatat yang didenominasi dalam valuta lain selain
valuta fungsional entitas yang bersangkuta harus disesuaiakn untuk mereflesikan
kurs berlaku.
o
Sudut pandang transaksi tunggalàpenyesuaian
pertukaran diperlakukan sebagai suatu penyesuaian atas perkiraan transaksi asli
dan kemudian dilanjutkan dengan penyelesaiannya.
o
Sudut pandang transaksi-Gandaàpenagihan
piutang dianggap sebagai kejadian terpisah dari penjualannya. Untuk tujuan
keseragaman, FAS no52 mewajibkan metode transaksi-ganda bagi akuntan transaksi
valuta asing.
Kontrak
Forward
àdigunakan importer atau eksportir pada
saat barang yang di invoice dalam valuta asing, dibeli dadri atau dijual kepada
pihak-pihak di luar negeri
àuntuk meng-hedge piutang atau
hutangvaluta asing, untuk menutupi keuntungan dan kerugian translasi, dan untuk
melakukan spekulais valuta asing.
Tujuan à
melindungi risiko keuntungan atau kerugian transaksi yang timbul akibat
fluktuasi nilai tukar antara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian.
Kontroversi
Berlanjut:
Perspektif Pelaporanàmengadopsi
valuta tempat operasi luar negeri berada sebagai valuta fungsional àMata
uang AS
Konsep Laba àmenyediakan
keapda pembaca laporan keuangan angka-angka laba yang lebih akurat dan tidak
begitu membingungkan.
Translasi
Valuta Asing dan Inflasi
Telah dibuktikan secara empiris
tingkat inflasi suatu Negara berhubungan terbalik dengan nilaieksternal
valutanya. Konsekuensinya, pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan biaya
aktiva non moneter, yang terdapat dalam lingkungan inflasioner, pada akhirnya
akan menghasilkan valuta domestic ekivalen yang jauh lebih rendah dari basis
pengukuran aslinya.